Minggu, 15 Desember 2019

Achmad Baiquni Tetap Dirut, Direksi BNI Dirombak

Berita Hari Jumat - Setelah Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara, kini giliran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat siang ini (30/8/2019).

Achmad Baiquni Tetap Dirut, Direksi BNI Dirombak

Hasilnya, Achmad Baiquni masih ditetapkan sebagai Direktur Utama BNI. Dia sebelumnya diangkat dalam RUPS BNI pada 17 Maret 2015 dan mendapat persetujuan dari OJK pada 16 April 2015.

Lahir tahun 1957, Baiquni memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Padjadjaran dan Sarjana (S2) dari Business Management, Asian Institute of Management, Makati, Filipina.

Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI (2010 - 2015), Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah BNI (2008-2010), Direktur Korporasi BNI (2006 - 2008) dan Direktur Konsumer BNI (2003-2006).

Selain itu, RUPSLB juga memutuskan pergantian satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan. Ario Bimo sebelumnya General Manager (GM) BNI Cabang Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada perombakan jabatan Direktur, meskipun mayoritas wajah lama di BNI masih bertahan.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo sebelumnya sudah memberi sinyal kemungkinan ada pergantian direksi dan komisaris pada BBNI.

"[BNI] Kemungkinan ada perubahan pengurus. Direksi dan Komisaris," kata Gatot di Menara BTN, Kamis (29/8/2019).

Menurut Gatot, Komisaris baru BTN Marwanto juga dipindahkan dari BNI sehingga ada posisi kosong dari jajaran Komisaris di BNI.

Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB:

Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah

Sumber : cnbcindonesia.com
Editor : Mil

Direksi BNI Dirombak, Achmad Baiquni Bertahan

Berita Hari Jumat - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan tidak mengganti posisi direktur utama dan wakil direktur. Kedua posisi tersebut tetap diisi oleh Achmad Baiquni dan Herry Sidharta.


Direksi BNI Dirombak, Achmad Baiquni Bertahan

Menteri BUMN Rini M Soemarno (tengah) didampingi Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni (kanan), dan Komisaris Utama Ari Kuncoro menggunting pita sebagai salah satu rangkaian peresmian Gedung Menara BNI yang juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 BNI, di Jakarta, Jumat (5/7/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
A+ A-
Share
Bisnis.com, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan tidak mengganti posisi direktur utama dan wakil direktur. Kedua posisi tersebut tetap diisi oleh Achmad Baiquni dan Herry Sidharta.

Sementara itu RUPSLB merombak susunan direksi karena pemberhentian dengan hormat Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan Catur Budi Harto. Posisi tersebut digantikan oleh Tambok P. Setyawati yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Konsumer.

Baca juga: Ditunjuk Menjadi Dirut BTN, Suprajarto Mengundurkan Diri
Anggoro Eko Cahyo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan kini menggantikan posisi Tambok sebagai direktur bisnis konsumer. Ario Bimo yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager BNI Tokyo Ario Bimo mengisi posisi direktur keuangan.

Direktur utama Achmad Baiquni menjelaskan bahwa perubahan struktur direksi dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman yang sebelumnya dimiliki oleh pihak yang ditunjuk.

Baca juga: Mengundurkan Diri, Suprajarto Mengaku Tak Punya Masalah dengan Menteri BUMN
“Seperti Pak Bob yang bertukar posisi dengan Pak Rico pernah punya pengalaman di divisi internasional maupun cabang luar negeri,” katanya usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Berdasarkan RUPSLB  Bob Tyasika Ananta yang sebelumnya menjabat sebagai direktur manajemen risiko bertukar posisi dengan Rico Budidarmo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur tresuri dan internasional.

Selain susunan direksi, RUPSLB BNI juga memberhentikan Marwanto Harjowiryono sebagai komisaris perseroan. Posisi tersebut kini diisi oleh Askolani.

Adapun RUPSLB BNI merupakan yang ketiga diadakan oleh bank pelat merah. Sebelumnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. juga telah melakukan agenda RUPSLB serupa.


Pemegang saham BTN memberhentikan Direktur Utama Maryono dan memberikan posisi tersebut kepada Direktur Utama BRI Suprajarto. Namun Suprajato menolak sehingga kedua jabatan puncak di kedua bank saat ini masih kosong.


Sumber : finansial.bisnis.com
Editor : Mil

Cara Beda Kenali Sejarah dai BNI KEJAR

Berita Hari Jumat - Seiring dengan berjalannya waktu, semangat generasi muda untuk mencintai lingkungannya, peduli pada kawan seusianya, sekaligus sadar pada perkembangan layanan keuangan perlu terus ditingkatkan. 

https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 24 11 2133822 bni-kejar-cara-beda-kenali-sejarah-nAXmKmPXE2.jpeg

Banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah yang dilaksanakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bersama berbagai komunitas menyelenggarakan gerakan sosial bernama BNI KEJAR atau Kenali Sejarah, Raihlah Mimpimu.

ist

 (Anak anak difabel berfoto bersama didepan karya instalasi bambu yang berbentuk wajah Jenderal Sudirman karya Nus Salomo yang dipamerkan pada Aksi BNI KEJAR atau Kenali Sejarah Raihlah Mimpimu di Terowongan Dukuh Atas, Jakarta. Aksi BNI KEJAR kali ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan dan Hari Pahlawan Nasional selama sepekan mulai 24 November hingga 1 Desember 2019. dok BNI)

Aksi BNI KEJAR kali ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional dan Hari Pahlawan Nasional selama sepekan, di Terowongan Dukuh Atas, Jakarta, mulai 24 November hingga 1 Desember 2019. Terowongan Dukuh Atas merupakan kawasan transportasi terpadu yang terhubung dengan tiga fasilitas transportasi massal terkini yaitu Stasiun Mass Rapid Transportation (MRT) Dukuh Atas BNI, Stasiun Kereta Bandara BNI City, dan Stasiun Commuter Line Sudirman.

Melalui aksi BNI KEJAR ini, BNI berupaya mengingatkan betapa pentingnya kesehatan bagi masyarakat, terutama anak - anak sebagai generasi penerus bangsa. Pada saat yang sama, BNI juga ingin mengajak anak usia dini untuk turut menjaga lingkungan dan cara pengolahan limbah secara kreatif. Untuk memenuhi visi tersebut, BNI mengajak anak - anak survivor kanker, anak-anak difabel, serta siswa - siswi sekolah dasar untuk membuat instalasi seni dari bahan limbah.

Pembukaan acara KEJAR ini pada Minggu, 24 November 2019 diawali dengan Peluncuran Urban Underground Art. Pembukaan diadakan di Car Free Day Sudirman area Taman Dukuh Atas, dengan menampilkan instalasi seni yang terbuat dari bahan - bahan limbah yang membentuk gambar tokoh komik pahlawan nasional Indonesia. Selain pameran instalasi seni tersebut, BNI juga secara simbolis memberikan bantuan mobil ambulance edisi khusus sebagai bagian dari program BNI Berbagi. Mobil ambulance edisi khusus didesain oleh seniman Nus

Salomo terinspirasi dari anak-anak penyandang disabilitas, penderita kanker, dan alam. Hingga akhir 2019, BNI telah membagikan 31 Ambulance di seluruh Indonesia. Nus Salomo juga bekerja sama dengan tiga seniman muda dan seorang anak survivor kanker untuk menciptakan seni instalasi Urban Underground Art.

Pembukaan aksi BNI KEJAR ini dimeriahkan oleh tampilnya musisi-musisi kenamaan di tanah air, seperti aktris Shelomita, Bemby Noor, Melanie Subono Oppie Andaresta, dan penampilan menarik The Sasono.

“Selain memperingati hari Kesehatan Nasional, dalam BNI KEJAR kali ini mengajak generasi muda untuk memperingati hari Pahlawan dengan cara membantu mewujudkan berbagai aktivitas edukasi bagi anak-anak,” tutur Corporate Secretary BNI Meiliana.

Hal menarik lain yaitu material dasar Instalasi Seni yang dibangun menggunakan sampah, hal ini sejalan dengan kampanye BNI Go Green untuk membudayakan pola hidup cinta lingkungan. Cinta lingkungan tersebut diajarkan dengan membudayakan Pemanfaatan kembali Sampah (Reuse, Reduce, Recycle atau 3R), efisiensi energi, peduli lingkungan, dan aktivitas cinta lingkungan seperti konservasi hewan langka dan penghijauan.

“Pada BNI KEJAR kali ini juga memamerkan instalasi karya seni bertemakan pahlawan nasional seperti Soekarno dan Sudirman menggunakan material bambu serta mengembangkan Bank Sampah sebagai bentuk cinta lingkungan sekaligus literasi keuangan,” tambah Meiliana.

Dalam pengembangan Bank Sampah ini, BNI mengusung tema “Program Ayo Menabung dengan Sampah” dan diterapkan di 5 Wilayah dan 1 Kabupaten yaitu Kota Administratif Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Program yang telah meraih penghargaan bergengsi Padmamitra+ Award 2019 ini memberikan banyak manfaat, yaitu dapat mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah memiliki value ekonomis, melatih kebiasaan menabung melalui sistem perbankan, menyadarkan masyarakat pentingnya hidup bersih, serta mengajarkan pengelolaan serta pemilahan sampah.


Hingga saat ini, BNI telah mengaktifkan Agen46 di sekitar 200 bank sampah di seluruh DKI Jakarta. Hal yang sama juga dilakukan dibeberapa kota lainnya, antara lain sekitar 26 Agen46 yang dibuka di bank-bank sampah yang ada di Yogyakarta. Ini merupakan upaya berkelanjutan yang dilakukan BNI untuk mengampanyekan gaya hidup sehat dengan mencintai lingkungan sekaligus mendekatkan pelayanan perbankan dengan masyarakat. Untuk mendekatkan pelayanan perbankan dengan anak-anak secara dini, BNI juga giat membuka Agen46 di sekolah.

Sumber: economy.okezone.com
Editor : Mil

Jumat, 09 Agustus 2019

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni

Tak salah menobatkan Achmad Baiquni sebagai ‘bankir bertangan dingin’ karena sejak dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) tahun 2015, bank pelat merah ini konsisten mencetak kinerja positif dari waktu ke waktu.


Sepanjang tahun 2017, pria kelahiran 1957 ini berhasil mengantarkan BNI membukukan laba bersih sebesar Rp13,62 triliun. Perolehan laba tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11,34 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini merupakan hasil dari perkembangan bisnis pada segmen Business Banking dan Consumer Banking dengan disertai perbaikan kualitas aset.

Pertumbuhan kinerja BNI terus berlanjut dan terjaga. Kini dapat dilihat pada 2018, perusahan plat merah tersebut tetap mampu menunjukkan kinerja positifnya. Selama semester I-2018, laba bersih BNI mencapai sebesar Rp7,44 triliun atau tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,41 triliun.

Pertumbuhan laba bersih BNI ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang disertai perbaikan kualitas aset. Pertumbuhan NII meningkat dari Rp15,40 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp17,45 triliun pada periode yang sama tahun ini. Angka tersebut tumbuh 13,3 persen lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan nasional yang hanya mencapai 3,4 persen per April 2018.

Pada Semester I/2018, BNI juga mencatat Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,5 persen. DPK ini didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 63,8 persen dari total dana yang terhimpun. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 87,3 persen pada semester I/2018. Seluruh kondisi itu memberikan keyakinan BNI mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi kredit pada semester II/2018.

Selain sukses dalam performa bisnis, kepemimpinan Achmad Baiquni juga patut diapresiasi dalam hal inovasi pelayanan nasabah. Seperti belum lama ini, BNI sudah meluncurkan delapan produk layanan yang dikembangkan dengan berbasis teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang semakin cepat, efektif, dan efisien.

Kedelapan produk digital BNI itu adalah, UnikQu, BNI Acquiring Online, BNI API Management, BNI e-collection, BNI Debit Online, BNI SMS Payment, BNI i-Pay, dan Agen46. Selain itu, BNI juga melaunching produk inovasi bernama YAP (Your All Payment) yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Di mana nasabah tidak perlu lagi menggunakan mesin EDC untuk bertransaksi.

Inovasi-inovasi yang dilakukan BNI tersebut bahkan mendapat apresiasi Presiden RI, Joko Widodo pada pameran Indonesia Banking Expo (IBEX) 2017 yang lalu. Presiden mendukung upaya BNI dalam memberikan kemudahan nasabah untuk bertransaksi, bahkan berpesan agar masyarakat di edukasi ketika implementasi aplikasi inovasi tersebut dilaksanakan. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih Achmad Baiquni tentu tak lepas dari pengalaman dan karirnya selama ini.

Alumni Universitas Padjadjaran yang meraih master dari Business Management, Asian Institute of Management, Filipina, ini sebelumnya pernah menjabat Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah, Direktur Konsumer, kemudian Direktur Keuangan di bank yang sama. Pria necis tersebut juga mengasah kemampuannya dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan di dalam dan luar negeri, di antaranya Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat.

Sumber : Obsessionnews.com
Editor : Mil

Profil Achmad Baiquni, Dirut Baru BNI

-Berita Hari Jumat, Topik yang saya akan bawakan kali ini mengenai berita, dari beberapa artikel yang telah saya baca dan telah saya rangkum kembali menjadi sebuah artikel yang lebih matang untuk di baca, berikut lah artikel yang telah saya buat.  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah menetapkan Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama menggantikan Gatot M Suwondo yang telah habis masa jabatannya. Achmad Baiquni sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.‎ Dia diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI pada  tanggal 20 Mei 2010.

Memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Dalam hal pendidikan‎, Achmad Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina  pada 1992.

Kemampuannya mengelola bank terus diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR  di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania  di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR  di Singapura.

Selain itu, ia juga pernah mengikuti Retail Banking  Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York  di New York Amerika Serikat dan beberapa lainnya.

Untuk diketahui, pada Selasa (17/3/2015), RUPS BNI merombak hampir sebagian besar manajemen baik di jajaran komisaris maupun direksi. Untuk Wakil Direktur Utama dijabat oleh Suprajarto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur BRI, sedangkan posisi direktur BNI lainnya adalah Rico Rizal Budidarmo, Herry Sidharta, Adi Sulistyowati, Bob Tyasika Ananta, Anggoro Eko Cahyo, Imam Budi Sarjito, dan Sutanto‎.

M‎ereka menggantikan Felia Salim (Wakil Dirut), Yap Tjay Soen (Direktur Keuangan), Krisna R.Suparto (Direktur Business Banking), Ahdi Jumhari Ludin (Direktur Hukum dan Kepatuhan), Suswoko Singoastro (Direktur Treasuri). Achmad Baiquni 

Dalam hal Komisaris, RUPS juga menunjuk Mantan Menteri Ekonomi RI, Rizal Ramli menggantikan Peter B.S. Jos. (Yas/Gdn)

Sumber : Liputan6.com
Editor : Mil

Kamis, 21 Februari 2019

Terbongkarnya Kepemilikan Lahan Kedua Kubu Calon Presiden, Siapa yang Terbesar?

-Berita Hari Jumat, Topik yang saya akan bawakan kali ini mengenai berita, dari beberapa artikel yang telah saya baca dan telah saya rangkum kembali menjadi sebuah artikel yang lebih matang untuk di baca, berikut lah artikel yang telah saya buat. Kepemilikan Lahan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang berstatuskan Hak Guna Usaha (HGU) yang masih ramai diributkan oleh publik menjadi perhatian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Greenpeace Indonesia. Apalagi kepemilikan Lahan ternyata beberapa diantaranya banyak dikuasai oleh pejabat publik dan korporasi.


"Lihat siapa saja yang menguasai Lahan baik di kubu @jokowi maupun di kubu @prabowo. Inilah kenapa penting keterbukaan informasi HGU supaya dapat diakses oleh publik dan kita bisa bersama mengawasi SDA Indonesia. Gimana nih @atr_bpn berani nggak buka data HGU? #kepoitubaik #golhut," tulis @GreenpeaceID, Rabu (20/2/2019).

View image on Twitter

Greenpeace Indonesia
@GreenpeaceID
 Lihat siapa saja yang menguasai lahan baik di kubu @jokowi maupun di kubu @prabowo. Inilah kenapa penting keterbukaan informasi HGU supaya dapat diakses oleh publik dan kita bisa bersama mengawasi SDA Indonesia.

Gimana nih @atr_bpn berani gak buka data HGU? #kepoitubaik #golhut

668
5:19 PM - Feb 19, 2019
818 people are talking about this
Twitter Ads info and privacy
Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain, berpendapat jika kepemilikan Lahan Prabowo seluas 340 ribu hektar di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah adalah hal yang wajar. Sebab, luas Lahan tersebut bisa menggaji ribuan karyawan perusahaan yang dimiliki oleh ketua umum Partai Gerindra.

"Ada Perusahaan HGU yang Luas Dimiliki Pribumi dan Jendral TNI Diributi. "Terlalu Luas...!" Kata Mereka. Yang Namanya Perusahaan Perkebunan atau Perusahaan Hutan Pasti Luas. Kalau Cuma 100 Rante, Bagaimana Mau Gaji Karyawan? Sementara Taipan Punya 5.1 Juta Hektar Luput Perhatian?," cuit @ustadtengkuzul.

tengkuzulkarnain
@ustadtengkuzul
 Ada Perusahaan HGU yg Luas Dimiliki Pribumi dan Jendral TNI Diributi. "Terlalu Luas...!" Kata Mereka.
Yang Namanya Perusahaan Perkebunan atau Perusahaan Hutan Pasti Luas. Kalau Cuma 100 Rante, Bagaimana Mau Gaji Karyawan?
Sementara Taipan Punya 5.1 Juta Hektar Luput Perhatian?

3,154
8:02 AM - Feb 20, 2019
Twitter Ads info and privacy
1,360 people are talking about this
Pasca debat pemilihan presiden (pilpres) jilid II, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal tanah yang dimiliki oleh Prabowo pada dua daerah tersebut. Prabowo pun mengakuinya. Namun, dia tidak keberatan jika tanah yang dimilikinya diambilalih oleh negara.

"Tadi disinggung soal tanah, itu benar. Tapi itu adalah HGU. Milik negara. Jadi, setiap saat negara bisa ambil kembali," kata Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto menegaskan kalau suatu saat negara ingin mengambil kembali tanah tersebut, dia siap menyerahkan.

"Kalau untuk negara, saya siap diambil semua. Karena saya nasionalis dan patriot," ucapnya.

Sumber : Akurat.co
Editor : Mil

Smartphone 5G dan Lipat Diprediksi Dominasi MWC Tahun 2019

-Berita Hari Jumat, Topik yang saya akan bawakan kali ini mengenai berita, dari beberapa artikel yang telah saya baca dan telah saya rangkum kembali menjadi sebuah artikel yang lebih matang untuk di baca, berikut lah artikel yang telah saya buat. Keriuhan seputar smartphone yang dibekali jaringan internet generasi kelima atau 5G dan ponsel lipat pertama akan menjadi hal paling ditunggu pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 yang akan berlangsung pekan depan di Barcelona, Spanyol.


Menurut Thomas Husson, Wakil Presiden dan analis di Forrester, sebuah perusahaan riset pasar global, smartphone 5G dan ponsel lipat sangat berpeluang menjadi sajian utama MWC edisi kali ini.

"Tidak dapat disangkal bahwa 5G adalah infrastruktur dari dunia yang terhubung, dan menjadi alasan mengapa menjadi pusat perang ekonomi dan politik antara AS dengan Tiongkok," kata Husson dikutip dari Times Now, Selasa (19/2).

Baca Juga:
Sementara, untuk ponsel yang dapat dilipat, Husson beranggapan bahwa merek-merek smartphone ternama pasti akan selalu mengklaim telah menemukan desain baru untuk perangkatnya. Tapi sebenarnya akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menciptakan ponsel lipat yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna.

"Kehadiran ponsel yang dapat dilipat akan mempercepat konvergensi antara smartphone, tablet, dan laptop, yang membuat berbagai perangkat tersebut menjadi tidak memiliki perbedaan," tambahnya.

Sumber : Akurat.co
Editor : Mil