Namun kenyataannya, target PE itu tak mampu digapai bahkan cenderung Stagnan kisaran 5 persen tiap tahunnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat PE Indonesia selama 4 tahun berjalan pemerintahan hanya tumbuh sebatas 5 persen.
"Duitnya dari utang. Tapi ya begitu deh. Janji untuk tak berutang dilanggar. Janji pertumbuhan ekonomi 7 persen pun dimohon maklum," cuit @RachlanNashidik dikutip dari akun Twitternya, Kamis (7/2/2019).
Singgungan senada juga dikemukakan oleh politisi Partai Demokrat Abdul Rasyid. Sebab menurutnya, calon presiden petahana ini tak mampu memenuhi Janji kampanyenya, namun malah mengumbar kembali.
"2 tahun lalu juga bilang ekonomi kita meroket. Janji dulu belum dipenuhi, kok berani buat Janji baru. Apa dianggap rakyat bodoh semua ya," kata akun @RasyidDemokrat.
Cibiran dari kubu oposisi calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga Uno mendapat respon re-tweet dari pendukung Jokowi, @RustamIbrahim.
Dia membalikkan kembali kalimat sindiran dari kubu oposisi dengan menegaskan, bahwa era pemimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga melontarkan Janji serupa dengan Jokowi.
"SBY juga Janji 7 persen. Diwarisi 5,02 persen, kita maklum. SBY ngutang kita juga maklum," ujarnya.
Editor: Mil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar