Hal ini karena pada 2018, terbukti bahwa banyak lini bisnis yang baik – baik saja meskipun sudah ada aura Tahun Politik. Tahun politik justru membuat peningkatan pada konsumsi dan pembelian aset, sehingga para konsumen membutuhkan asuransi.
Selain konsumsi, kekhawatiran kerusuhan politik ini membuat kebutuhan asuransinya tinggi. Kebutuhan asuransi individu ini adalah pada harta benda dan kendaraan bermotor.
“Aura Tahun Politik, kalau di industri asuransi umum dari lini bisnis kita itu ada beberapa yang oke, tapi kalau ada hambatan yah mungkin proyek enginering berpengaruh. Kalau 2019 dari industri enginering pada 2019 kita harapkan pertumbuhannya stabil,” kata Wakil Ketua AAUI Trinita Situmeang, di Jakarta, Rabu (20/2/2019).
“Kalau Tahun Politik itu biasanya perputaran uang nambah,berarti konsumsi naik, karena daya beli naik, aset naik, maka kebutuhan asuransi punya peluang untuk nambah, asuransi bersifat individual itu punya potensi untuk naik. Selain konsumsi, kondisi kekhawatiran kerusuhan politik ini membuat kebutuhan asuransinya tinggi, jadi ada peningkatan,” tambah Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Indonesia (AAUI) Dody A.S Dalimuthe.
Pada 2018, kebutuhan asuransi umum didominasi oleh dua jenis lini, yaitu harta benda dan kendaraan bermotor. Kebutuhan pada harta benda tercatat 27,0%, kendaraan bermotor 26,7%, kredit 5 %, kesehatan 6,6%, aneka 1,7%, pesawat dan satelit 2,2%, energi 3,7%, rekayasa 3,2% tanggung gugat 3%,kecelakaan 6,6%, dan penjaminan 11,3%.
Di sisi lain, AAUI membukukan klaim asuransi umum di 2018 tercatat sebesar Rp30,1 triliun atau naik sebanyak 8,1 persen dibandingkan dengan di 2017 yang tercatat sebesar Rp27,7 triliun. Peningkatan klaim terjadi hampir pada sebagian lini usaha asuransi.
Editor : Mil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar